Rabu, 04 April 2012

Diklat Guru IPA MI dan MTs Se-Indonesia tahun 2012


Foto bersama
Pada Selasa malam, tanggal 3 April 2012, telah dibuka Diklat Teknis pelajaran IPA Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah. Diklat tingkat nasional tersebut diselenggarakan di pusdiklat Tenaga Teknis dan Keagamaan Badan Litbang Diklat Kementerian Agama di Jl. Ir. H. Juanda no 37 Ciputat Jakarta.
Beberapa menit usai acara Pembukaan Diklat

Betapa senang mengikuti diklat ini. Meskipun masih terasa lelah menempuh perjalanan dari berbagai provinsi di Indonesia, namun tampak wajah ceria peserta mengikuti pembukaan diklat. Rencananya kegiatan diklat  berlangsung 10 hari, yaitu dari tanggal 3 s/d 12 April 2012. Hingga posting berita ini di turunkan, pelatihan telah memasuki hari kedua. 

Penghuni Kamar lantai 4 nomor 2402, 
 Bpk Usman Fahmi M.Pd,(kiri) Zulkifli, S.Ag (tengah)
dan Bpk Drs Ridwan(kanan)
Diklat ini, diikuti oleh peserta 68 guru IPA dari 33 provinsi se-Indonesia, sebagaimana dituturkan panitia pelaksana. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan diklat yang menjadi agenda pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan pada tahun 2012, yang secara khusus mendidik dan melatih Guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Diklat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap para guru IPA MI dan MTs agar dapat mengemban tugas secara profesional sekaligus nantinya akan menjadi fasilitator di daerah masing-masing.

Dari jumlah peserta tersebut di atas, penulis (blogger) merupakan salah satu di antaranya. Saya bersama Bapak Usman Fahmi, M. Pd, guru IPA di MI Nurunnajah Kec. Danau Teluk provinsi Jambi dan Bapak Drs Ridwan, guru IPA pada MIN Sabang Sukajaya provinsi Aceh, menempati kamar lantai 4 nomor 2402. Tanpa mengurangi keceriaan penghuni kamar lain, dikamar 2402, sangat lengkap dengan canda santai, humoris dan tentu saja fokus. Buat teman-teman, selamat berdiklat ria......................... Hallo............. Hay .//Zul

4 komentar:

  1. Oke pa nanti kalau kita bisa datang ke kamar bapak kita bisa tukar cereta untuk dibawa pulang nanti...kapan....kapan ya....pa

    BalasHapus
  2. Ramili Kal-Sel5 April 2012 09.37

    Tidak ada kebahagiaan di dunia selain perjuangan,kalaupun didapat itu karunia Ilahi itupun dibayar dengan sangat mahal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Tuhan memberi kemampuan membayar harga yang mahal itu, karena manusia dinilai berdasarkan kerja ikhlasnya............okey pak

      Hapus