
Seperti inilah sebagian cara umat ini memperingati hari kelahiran nabinya. Patut diacungi jempol, semangat mambaca munu' (berkumpul bersama disertai membaca Barzanji) kemudian setelah itu membagikan berkat (kue ringat yang disedekahkan usai mambaca-baca). Tapi yang aneh dan pemandangan lucu, ketika Barzanji dibacakan, disekelilingnya sebagian besar bercanda dengan keras, sampai-sampai bacaan Barzanji samar terdengar karena terganggu oleh suasana sendagurau. Bahkan, saya amati memang tidak terlihat tanda-tanda bahwa suasana itu dalam rangka mengingat kembali sejarah perjuangan Nabi saw.
Lagi-lagi, memang beginilah cara yang disukai dalam mengekspresikan peringatan maulid saw. Jika mengundang pembawa hikmah banyak yang kurang setuju, lebih baik baca barzanji saja, katanya. Padahal, sesungguhnya acara memperingati maulid dapat memberi faedah banyak, jika setting acaranya diprogram secara matang sehingga setiap yang hadir mampu menemukan pelajaran dari sosok yang diperingati.
Hemat saya, bukan bid'ah atau tidak bid'ah, tetapi manfaat apa yang diperoleh dari acara yang dianggap penting ini. Dengan ungkapan lain, semua yang berkumpul dalam peringatan tersebut, mampu membawa pengetahuan yang menjadi inti, memperingati maulid nabi saw. Jika tidak, namanya apa yah?????//Zul
Hemat saya, bukan bid'ah atau tidak bid'ah, tetapi manfaat apa yang diperoleh dari acara yang dianggap penting ini. Dengan ungkapan lain, semua yang berkumpul dalam peringatan tersebut, mampu membawa pengetahuan yang menjadi inti, memperingati maulid nabi saw. Jika tidak, namanya apa yah?????//Zul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar