Jumat, 07 September 2012

BERILMU DAN TIDAK BERILMU

Sebenarnya guru sebagai orang yang memiliki ilmu, tidak selamanya di kelas. Guru juga ada guru luar kelas, seperti saat praktek lapangan, study tour dll. Guru memiliki jam-jam wajib hadir dan mengajar di kelas sebagaimana tercantum di jadwal PBM. Guru, yang menyepelekan jadwalnya sama saja dengan petani yang menyepelekan parang dan cangkulnya. Ya, itu perumpamaan yang mendekatkan kita kepada pemahaman akan hak  dan kewajiban guru.
Sebenarnya guru lebih mampu memberikan alasan mengapa absen mengajar di kelas atau mengapa harus aktif hadir daripada siswa sendiri memberikan alasan. Apalagi ada ungkapan, tidak mungkin menggurui guru.
Namun, sebenarnya guru yang mengingat tanggung jawabnya secara obyektif, rasanya berat untuk tidak hadir mengajar di kelas kecuali karena benar-benar ada uzur. Secara sederhana, sama juga kewajiban melaksanakan shalat lima waktu. Bagi mereka yang mengerti wajibnya menunaikan shalat lima waktu, jiwanya merasa berutang selama belum melaksanakan shalat. Mereka yang belum menyadarinya, sama saja dalam pikirannya melaksanakan shalat atau tidak.
Betapa jauh, memang, jarak antara menyadari dan belum menyadari. Jarak ini sama saja jauhnya antara mengetahui dan tidak mengetahui sesuatu. Jika ada yang bertanya, mengapa demikian. Jawabannya, itu rahasia Allah swt yang ditanam di dalam ilmu dan kesadaran dan dicabut dari mereka yang tidak berilmu serta tidak menyadari. Semoga kita diilhami Allah ilmu dan kesadaran. Amien.//Zul....
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar