Jika puasa bermakna menahan atau mengendalikan yaitu imsak, maka sebenarnya seluruh ajaran Islam yang bersifat perintah maupun larangan mengandung makna puasa. Dengan kata lain, berpuasa adalah intisari dan perkara substantif dalam Islam. Shalat misalnya, tanpa kemampuan mengendalikan diri dan menahan diri dari hal-hal yang mengurangi kesempurnaan shalat, niscaya shalat kita tidak ditunaikan secara sempurna. Samajuga jenis perintah lainnya, ia butuh puasa.
Dalam meninggalkan larangan, demikian pula, bahkan lebih kelihatan nilai puasa yang harus dilakukan. Oleh karena itu, siapa saja yang mampu berpuasa dengan benar,dapat lebih dijamin bahwa ia akan lebih mampu mengerjakan ibada-ibadah lainnya. Dari sini diketahui betapa ajaran puasa merupakan simpul-simpul besar dalam mengartikulasikan Ajaran Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar